Pesta Adat Harus Punya Dampak Positif Bagi Masyarakat

Sinjai –  Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sinjai akan melaksanakan event budaya Pesta Adat Marimpa Salo di Desa Bua Kecamatan Sinjai Timur pada tanggal 9-10 Oktober 2018

Kegiatan ini rutin dilaksanakan tiap tahun yang memiliki makna kesyukuran atas keberhasilan panen, baik petani maupun nelayan yang diwujudkan dalam suatu bentuk penangkapan ikan dengan cara menghalau ke muara sungai.

Kepala Disparbud Sinjai Yuhadi Samad, Kamis (4/10/18) di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai,  mengatakan bahwa pelaksanaan pesta adat tersebut tidak akan melakukan ritual budaya yang bertentangan dengan ajaran agama Islam, dan hanya semata-mata untuk membangun kebersamaan serta menarik wisatawan agar menyaksikan event budaya tersebut.

Pelaksanaan pesta adat ini berbagai kegiatan dan lomba yang dilaksanakan oleh panitia pelaksana seperti tarian, mappaddekko dan lomba perahu hias, lomba merajut jaring, dan lomba kuliner laut. Selain itu ada beberapa acara pendukung acara  seperti pertandingan volly, sepak takraw, senam massal, lomba panco putri, lomba karaoke lagu daerah, dan lomba domino.

Sementara itu, Ketua STISIP Muhammadiyah Sinjai DR Umar Congge menyampaikan bahwa pesta adat yang sudah menjadi tradisi tahunan hendaknya dapat memberikan edukasi dan memiliki dampak kemajuan bagi masyarakat, baik itu dari aspek ekonomi, sosial, pariwisata maupun aspek lainnya.

“Selain tidak bertentangan dengan ajaran Islam, Pesta adat itu harus memberikan dampak yang positif bagi masyarakat, jangan kita mengeluarkan anggaran yang banyak tapi tidak ada manfaat yang dirasakan oleh pemerintah maupun masyarakat,” ujarnya. ( AaNd/Fat)