Pemuda Berperan Penting Dalam Suksesnya Pesta Demokrasi

Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Sinjai Utara (Hippmas) menggelar dialog Kepemudaan di Salah satu Warkop Di Kelurahan Lappa Sinjai Utara, Sabtu malam (28/4/18).

Dalam dialog yang bertema ‘Peran Pemuda Dalam Mensukseskan Pesta Demokrasi’ ini menghadirkan beberapa narasumber yakni Kapolres Sinjai AKBP Ardiansyah, Kepala Kesbangpol Sinjai, A. Jefriyanto Asapa, Mantan Ketua KPU Sinjai Sofyan Hamid, Anggota Panwaslu Sinja Saifuddin dan Ketua KNPI Sinjai Satria Ramli.

Kepala Kesbangpol Sinjai, A. Jefriyanto Asapa pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa jumlah pemilih terbanyak adalah pemuda, khususnya pemilih pemula yang mencapai 30 persen.

Olehnya itu pemuda berperan penting dalam suksesnya pesta demokrasi baik selaku penyelenggara, pengawas maupun sebagai pemilih.

Kapolres Sinjai AKBP Ardiansyah, menaruh harapan besar kepada pemuda agar pesta demokrasi ini berjalan aman sebab pemuda memiliki semangat, idealisme yang tinggi dalam mengawasi berbagai kegiatan demi suksesnya pesta demokrasi.

“Kepeduliaan pemuda dalam suksesnya pilkada sangat luar biasa hal ini dibuktikan  dengan adanya berbagai kegiatan yang dilakukan, contohnya kegiatan seperti ini,” ungkapnya.

Anggota Panwaslu Sinjai Saifuddin mengatakan bahwa pengawasan yang dilakukan selama ini tidak lepas dari peran dan partisipasi pemuda  yang selalu memberikan informasi terkait pengawasan.

Sementara itu Mantan Ketua KPU Sinjai, Sofyan Hamid menyampaikan bahwa pemuda dulu dinamakan agen of change namun sekarang pemuda harus menjadi  the leader of change atau pemimpin yang membawa perubahan.

Dimana pemuda diharapkan menjadi tim sukses agar penyelenggaraan pemilu dapat berjalan demokratis dan melahirkan pemimpin yang berkualitas.

Sedangkan Ketua KNPI Sinjai Satria Ramli selaku narasumber terakhir menyampaikan bahwa peran pemuda dalam keterlibatan politik sangat dibutuhkan karena memiliki idealisme yang tinggi dan cara berfikir yang cerdas.

“Pemuda terkadang alergi dengan politik karena menganggap bahwa politik itu licik dan kotor, anggapan itu harus dihilangkan karena itu adalah oknum,” jelasnya. (AaNd/Fat)