Kajari Sinjai : Penegakan Hukum Bukan Industri

Pemerintah Kabupaten Sinjai bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sinjai menyelenggarakan Penyuluhan Hukum bertema “Pencegahan Tindak Pidana Korupsi Melalui Pendampingan TP4D dan Pendampingan Hukum Pemda” di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai, Rabu (18/4).

Dalam kesempatan tersebut Kepala Kejari Sinjai Noer Adi SH,MH dalam arahannya mengatakan bahwa stigma yang berkembang saat ini adalah penegakan hukum itu sifatnya seperti industri yang punya target produksi, semakin banyak kasus yang diungkap menunjukkan suatu keberhasilan.

Anggapan inilah yang terus dihilangkan oleh Kejaksaan Negeri Sinjai. Menurutnya, esensi tujuan penegakan hukum yakni mewujudkan masyarakat yang patuh dan taat pada hukum untuk menuju masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan serta mendukung proses pembangunan daerah.

“Penegakan hukum bukanlah sebuah industri, Penegakan hukum tidak boleh disamakan dengan ekonomi yang memiliki target produksi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Noer Adi mengatakan dalam penegakan hukum di wilayah Kejaksaan diterapkan tiga strategi yaitu Konsolidasi, Optimalisasi dan Pemulihan Public Trust.

Ia mencontohkan, langkah optimalisasi dilakukan dengan menghadirkan peran Tim Pengawal Pengaman Pemerintahan Pembangunan Daerah (TP4D) yang siap mengawal dan memberikan masukan terhadap kebijakan srategis pembangunan daerah.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Bupati Sinjai H.A. Fajar Yanwar mengatakan bahwa  TP4D sangat dibutuhkan keberadaannya  sebab dengan adanya TP4D tak ada kecurangan atau kesalahan didalam proses pembangunan.

“Saya berharap semua OPD mengajukan pengawalan kepada tim TP4D, sehingga kesalahan yang mungkin bisa saja terjadi bisa dideteksi lebih awal,” ujarnya. (AaNd/Fat)