Jaksa Masuk Sekolah, Program Kejari Agar Pelajar Melek Hukum

Di SMAN I Sinjai terlihat beberapa jaksa sedang mengajar. Jaksa itu sedang menerangkan tentang ilmu hukum kepada para siswa, Senin (16/4).

Kehadiran jaksa di sekolah tersebut memang benar adanya. Para jaksa saat ini memang diwajibkan datang dan mengajar di sekolah melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS).

Program ini digelar untuk menumbuhkembangkan kesadaran hukum bagi masyarakat secara umum dan pelajar secara khusus. Dan para pelajar memang seharusnya mendapat ilmu hukum sejak dini.

Tim JMS ini dipimpin Langsung Kajari Sinjai Noer Adi SH,  MH, Didampingi Kasi Intelijen Kejari Sinjai, Parawansa, SH, Dan jaksa fungsional Kajari Sinjai.

“Jaksa masuk sekolah merupakan program dari Kejaksaan Republik Indonesia yang telah di-launching beberapa waktu lalu. kegiatan ini dilakukan di seluruh Indonesia, khusus di Kabupaten Sinjai, jaksa masuk sekolah akan menyasar ke beberapa sekolah,” kata Kasi Intelijen Kajari Sinjai, Parawansa SH.

Ia juga menjelaskan, program jaksa masuk sekolah lebih menekankan mengenai peran Kejaksaan Republik Indonesia sekaligus memberikan pengenalan materi tentang hukum, misalnya tentang pemberantasan korupsi, penyalahgunaan narkoba serta kekerasan terhadap anak.

Kepala Kejari Sinjai Noer Adi SH, MH mengatakan bahwa dengan adanya program jaksa masuk sekolah, diharapkan pelajar terutama tingkat SMP dan SMA dapat mengenal produk hukum sejak dini.

“Program jaksa masuk sekolah merupakan kegiatan positif kepada Siswa/Siswi. Kami Tidak hanya memberi pelajaran tentang kekerasan terhadap anak, tetapi lebih banyak lagi pelajaran tentang permasalahan hukum, khususnya yang sering dihadapi oleh anak”, Tegas Noer Adi.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Sinjai, Drs, A. Arifuddin mengatakan, program jaksa masuk sekolah merupakan kegiatan positif untuk memberi pelajaran bagi siswa/siswi agar terhindar dari berbagai permasalahan yang saat ini lagi menjadi sorotan, terutama narkoba dan kekerasan terhadap anak.

“Seyogyanya sejak dini anak-anak memang harus diberi pengetahuan dan pembelajaran terutama tentang bahaya narkoba dan kekerasan terhadap anak. Anak wajib mengetahui tentang hak dan kewajibannya, termasuk hak untuk mendapatkan pendidikan, perlindungan, serta masih banyak lagi,” ujarnya. (AaNd/Fat)